Jul 8, 2010

Tips Untuk Mengurangi Minus Pada Mata

ini oleh2 dari googling buat yang punya masalah ma mata alias kena minus. aku belum nyoba sih.. tapi bakal tak coba coz aku jg punya sedikit problem yg sama.
semoga ada manfaatnya... :)


==========================
Jakarta, Dr William Bates adalah seorang spesialis mata yang telah meninggal dunia sejak lama tahun 1931. Sang dokter yakin banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menggunakan kacamata dengan cara melatih matanya.
Meski menghilangkan minus mata tanpa operasi masih jadi kontroversi, tapi terbukti banyak pengikut Dr Bates yang berhasil menurunkan minusnya.
Panduan menurunkan minus yang dicatat dalam bukunya berjudul ‘Better Eyesight Without Glasses’, tentu saja bertentangan dengan praktik dokter mata saat ini. Mata minus saat ini hanya bisa turun atau hilang hanya dengan operasi mata seperti lasik.
Dr Bates menemukan teknik ini setelah melakukan percobaan selama bertahun-tahun. Dr Bates mengembangkan latihan untuk meningkatkan kemampuan mata agar bisa melihat normal dan menghilangkan ketegangan yang ada akibat kebiasaan melihat dengan buruk yang menjadi penyebab masalah penglihatan.

Bukunya yang dipublikasikan pada tahun 1920, terus dijual hingga hari ini. Metode Bates tetap bermanfaat dan diikuti oleh ribuan orang di seluruh dunia.
Latihan-latihan ini didasarkan pada keyakinan bahwa secara alami mata bisa melihat dengan jelas. Setiap orang baik anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar untuk melihat secara lebih baik lagi tanpa menggunakan kacamata.

Latihan penglihatan ini bertujuan untuk mendidik mata sehingga bisa mengatur fokus agar lebih efisien atau disebut dengan ‘fiksasi sentral’. Otot-otot mata harus dapat bergerak bebas dan membuat penyesuaian kecil yang diperlukan untuk memusatkan obyek yang dilihat.

Mata menjadi tegang karena dalam posisi tetap ‘menatap’ objek daripada melakukan gerakan konstan. Latihan ini mengajarkan seseorang untuk mengendurkan otot-otot mata dan saraf optik serta menggunakan memori dan imajinasi untuk meningkatkan koordinasi antara mata dan otak.

Latihan ini juga membantu mengatasi ketergantungan seseorang pada kacamata. Dasar dari terapi ini adalah keyakinan bahwa kombinasi dari tubuh, pikiran dan jiwa digunakan untuk melihat. Selain itu makanan, postur tubuh, stres dan kesehatan seseorang juga mempengaruhi penglihatan.

Seperti dikutip dari Eyehealthremedies, Jumat (12/3/2010) ada beberapa Metode Bates yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Bersembunyi
Latihan penglihatan ini membantu mata untuk rileks dan beristirahat.
Cobalah duduk dengan nyaman di depan meja kemudian taruh beberapa bantal hingga tingginya sejejer mata. Letakkan siku tangan di atas bantal tersebut kemudian tutup mata dengan dua telapak tangan hingga tidak ada cahanya yang masuk. Bernapaslah perlahan, santai dan membayangkan dalam kegelapan. Mulailah melakukan hal ini selama 10 menit sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

2. Menggoyangkan bola mata
Cobalah berdiri dan fokus pada titik yang jauh, lalu goyangkan bola mata dari kiri dan kanan atau sebaliknya sambil berkedip sebanyak 100 kali setiap hari. Berkedip berguna untuk membersihkan dan melumasi mata.

3. Memilih satu warna dalam satu hari
Pilihlah satu warna berbeda tiap hari dan melihat keluar dengan objek warna yang dipilih sepanjang hari. Ketika melihatnya seseorang akan lebih menyadari warna daripada bentuknya.

4. Berjemur
Cobalah untuk melakukan hal ini sekali dalam sehari. Kegiatan ini membutuhkan hari yang cerah atau cahaya lampu yang bagus.
Caranya tutup mata lalu lihat langsung ke matahari melalui mata tertutup. Sambil melihat matahari, perlahan-lahan gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan sampai sejauh yang Anda bisa hingga hampir menyentuh pundak. Hal ini membantu membawa lebih banyak sirkulasi darah ke leher. Lakukan hal ini selama 3-5 menit.

5. Menggeser penglihatan
Banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menatap layar komputer di depan wajahnya. Cobalah untuk menggeser penglihatan Anda pada tenunan kain di lengan baju, poster di dinding atau pohon di seberang jalan. Hal ini dapat membantu meningkatkan penglihatan periferal dan dapat membantu rabun jauh, rabun dekat dan masalah penglihatan lainnya. Bahkan pada beberapa kasus bisa menghilangkan katarak.
Dr William Bates memberikan tips agar saat melakukan senam mata melepaskan kacamata atau kontak lensa agar merasa lebih nyaman dan santai. Ketika melakukan latihan ini cobalah untuk sangat berkonsentrasi pada mata sehingga hasilnya lebih maksimal.

sumber : kaskus

Jul 2, 2010

U.b.l.i.k

Bercahaya, menerangi dan unik :)

Waktu kecil dulu, aku masih sempat merasakan gelap karena belum adanya listrik. Aku lupa sampai tahun berapa gelap masih menjadi raja malam hingga akhirnya listrik masuk kampung.

Karna waktu itu di kampung belum ada listrik, kami memakai lampu ublik. Sebuah lampu minyak yg biasanya juga disbut lampu "ting". Bentuknya bermacam macam dari yg paling sderhana, yaitu hanya memakai sbuah b0t0l beling yg bias kita buat sendiri sampai yg memang punya bentuk khas untuk dijual. Di rumah, biasanya cuma ada 2-3 ublik sderhana yg ditaruh di ruang depan, tengah dan belakang. Untuk penerangan jalan, ublik ini punya tempat khusus agar api yg menyala tidak mati tertiup angin.

Lampu ublik biasanya dinyalakan saat atau selepas malam saat semuanya sudah terlihat gelap. Biar lebih mengirit minyak, tentunya. Untuk menyalakannya dipakai korek pentul yg aku masih ingat kalau musim hujan bikin cepat lembab sehingga tidak bisa dinyalakan dan itu membuat jengkel..

Cahaya ublik tidaklah terang. Ia seperti lilin sehingga ruangan yg dteranginya pasti masih terlihat gelap atau remang remang. Karenanya, untuk aktifitas saat malam yg butuh cahaya, maka dilakukan di dekat lampu ini. Belajar, kumpul2, makan hingga nyiapin bahan2 untuk masak es0k pagi dikerjakan di sekitar ublik.

Dibanding dg berbagai jenis lampu m0dern yg ada sekarang, jelas ublik kalah jauh s0al cahaya. Namun, bukan berarti ublik tidak punya kelebihan. Ia menerangi dan punya cahaya yg unik. Cahayanya damai dg apinya yg berg0yang2 lembut mengikuti irama angin. Sampai sekarang, aku kalau di rumah masih sering menunggu kapan ya listrik padam di malam hari. Hehe.. Bukan berarti aku suka gelap dan anti kemajuan tapi kadang aku memang ingin mengulang kenangan2 masa kecilku dulu. Belajar diterangi ublik, merasa butuh pada yg lain saat gelap, menjebak lar0n2 saat hujan, membakar kertas2 yg kuanggap sampah, memandangi gebyar bintang yg berkerlip terang disana, atau bermain petak umpet dg teman2. Ah, itu semua adalah kenangan yg sangat indah saat gelap dan hanya ubliklah yg saat itu memberi cahaya damainya.

Saat ing mungkin kita telah mendapatkan yg lebih baik dari ublik. Jagat telah penuh dg cahaya2, berwarna warni. Dunia sudah bermandi terang sampai2 bulan dan gemintang seolah tak berani unjuk cahayanya ke bumi. Pastinya, itu semua adalah kemajuan. Tapi, buatku bukan berarti aku harus melupakan si ublik seperti saat kutiup apinya jika hendak mememjamkan mata, berharap mimpi indah. :)

May 27, 2010

Hapus Permanen Akun Facebook

Beberapa kali saya ditanya sama teman bagaimana cara menghapus akun Facebook (FB), terutama sejak masalah keamanan privacy yang sempat booming gara-gara berita ratusan ribu akun FB dijual oleh seorang hecker. katanya "masuk FB itu mudah tapi keluarnya susah". Dari teman-teman sendiri, alasannya bermacam-macam, ada yang karena sudah bosan, akunnya di bobol orang lain, ingin ganti akun baru, sampai cuma gara-gara iseng saja. :D

Kalau saya sendiri, saya punya dua akun FB. satu fake untuk main-main dan satunya aseli untuk silaturahim. Selain dua ini, sebenarnya dulu saya juga punya satu lagi tapi sudah saya delete.

nah, perlu diketahui bahwa untuk menghapus akun FB ada dua pilihan, satu lebih cocok disebut penghapusan sementara (deactive/nonaktif) dan hapus permanen (delete permanently). untuk deactive caranya gampang.

1. login ke FB.

2. Klik Account/Akun di kanan atas jendela Facebook dan pilih Account Settings/pengaturan akun.

3. Kemudian muncul jendela baru (my Account-Setting) dan di bagian bawah, pilih Deactivate Account/ Nonaktifkan Akun - klik deactive/tutup.

4. Pilih salah satu alasan Anda mengapa ingin menghapus akun.

5. klik /confirmkonfirmasi dan masukkan password FB kamu.

6. Kalau kamu sudah menemukan pesan: “Your facebook account has been deactivated” dari tim Facebook maka akun kamu berhasil dihapus.

Nah, ini cuma untuk deactive atau penghapusan sementara, dan suatu saat, kamu masih bisa log in lagi ke akun kamu tersebut. lalu, kalau kamu ingin MENGHAPUS PERMANEN ikuti cara yang ini ( yang sabar ya, soalnya rada ribet ):

1. hapus semua teman kamu dengan cara mengklik tanda “x” lalu memilih “remove friend”.

2. hapus semua foto di halaman album. Caranya, masuk ke halaman foto, lalu pilih album dan pilih “delete this album”.

3. hapus semua komentar yang kamu kirim, dengan cara masuk ke halaman profile lalu pilih tanda “x” dan pilih “delete” di setiap kotak wall dan komentar kamu

4. hapus keanggotaan dari groups, fan, dan supporter di halaman INFO. Caranya dengan mengunjungi group yang kau ikuti lalu pilih “remove” atau “leave “.

5. Hapus semua info tentang kamu. Pilih “info” edit.

6. Remove semua tag yang ada di halaman foto dan catatan kamu.

* POKOKNYA INTI DARI NO. 1-6 ADALAH MENGHAPUS SEMUA INFORMASI DAN KONTEN YANG TERKAIT DENGAN AKUN KAMU (ribet kan??!!) :p

7. Kirim email permintaan penghapusan akun ke:
https://ssl.facebook.com/help/contact.php?show_form=delete_account



Klik Submit/Kirim.

8. Masukkan password FB dan verifikasi kata yang muncul.



9. Setelah terkonfirmasi, facebook akan memberitahukan bahwa kalau Kamu tidak login selama 14 hari, maka akun kamu tersebut akan terhapus dan tidak bisa direcovery alias dihapus permanen.



10. Facebook akan log out otomatis.

11. setelah 14 hari, coba kamu periksa akun kamu dengan login lagi ke FB yang tersebut. kalu tidak bisa masuk berarti FB kamu sudah benar-benar dihapus. SELAMAT. God Bye FB !!

* catatan: kalau belum berubah, sesuai Statement of Rights and Responsibilities atau yang biasa disebut ToS (Term of Service), pihak FB mengklaim punya hak atas semua konten yang di-up load penggunanya, seperti foto, video, catatan, dst. jadi, meskipun pengguna sudah menghapus konten mereka, FB masih punya hak untuk menyimpan salinan bahkan menggunakannya untuk kepentingan mereka. Makanya, kamu sebaiknya tidak meng-up load atau memposting rahasia-rahasia penting yang selayaknya tidak usah diketahui orang lain.

May 22, 2010

Menampilkan Script Sebagai Teks Biasa

sebenarnya saya juga bingung cara membuat script atau kode yang ingin kita kutib dalam postingan blog. karena biasanya kalau kita mengutip suatu script atau kode baik HTML atau java script maka kode tersebut tidak muncul dalam postingan kita alias tidak terbaca sebagai teks. kalau nggak gitu pasti muncul sesuatu yang aneh-aneh dalam konten postingan tersebut.
namun jangan khawatir ini ada cara mudah untuk melakukan itu. ada aplikasi online yang dengan mudah meng-generate kode atau script menjadi seolah teks bisa sehingga bisa terbaca seolah teks-teks yang lain. langsung saja kamu bisa masuk di sini



nanti kamu tinggal masukkan teks kode script yang kamu inginkan terus klik encode untuk merubahnya menjadi teks yang bisa muncul dalam postingan kamu. untuk melihat kembali script tadi dalam bentuk aslinya klik decode.

May 17, 2010

Beragama: Apa Harus Satu?

Di sebuah milist, ada sebuah postingan menarik tentang bagian paling mendasar dalam keberagamaan kita. Meski sebenarnya isi postingan ini lebih cenderung seperti curhat, namun saya tertarik dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh teman pemosting tersebut.

Pertama sekali adalah apakah dalam beragama diwajibkan untuk memilih satu agama saja ataukah boleh memilih beberapa bahkan semua dari sekian banyak agama ataupun kepercayaan yang ada?!!

Dalam realitas kehidupan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali sesuatu yang bisa kita sebut sebagai ‘agama’ ataupun ‘kepercayaan’. Secara logika dari sudut pandangnya tertentu memang tidak bisa dibatasi apakah seseorang akan memilih satu agama/kepercayaan untuk dirinya sendiri atau lebih, atau bahkan tidak beragama sama sekali. Berarti itu adalah hak perogratif kita sebagai mahluk bebas. Namun, sebagai mahluk yang berakal, kita juga dituntut untuk kritis dalam pilihan kita itu karena hal tersebut tentunya mengandung implikasi yang menyeluruh dalam kehidupan kita nantinya.

Saya sendiri, walaupun sampai saat ini hanya mengimani satu agama saja, namun saya tidak mau memaksakan sikap saya ini kepada yang lain, karena beragama tidak bisa dipaksa. Beragama atau tidak adalah pilihan nurani kita semua. Bahkan Tuhan-pun –dalam keimanan saya- tidak pernah memaksa seseorang untuk mempercayainya. Dia membiarkan kita untuk menentukannya sendiri. Sehingga wajib atau tidaknya memilih satu agama juga relative, tergantung kita sendiri. Mengapa demikian?? Karena mungkin Ini disebabkan oleh watak dari agama atau kepercayaan itu sendiri yang lebih bersifat sebagai ‘perasaan personal’ (personal senses) dalam mengimani sesuatu yang transendal. Dan kerelatifitasan ini adalah sangat wajar sekali ketika kita melihat dan membandingkan agama atau kepercayaan satu sama lain dalam frame humanisme, meskipun di sana sini akan tetap ada perbedaan kadar.

Namun berbeda dengan yang pertama tadi, ketika kita menarik agama-agama ke dalam lingkaran teologis yang berhubungan dengan doktrin-doktrin suci dan menjadi basis keimanan masing-masing agama, maka bisa dipastikan kita akan menemukan perbedaan itu lebih mencolok dan vulgar. Dan di wilayah inilah logika harus benar-benar kritis dalam mencari kebenaran. Apalagi perbedaan-perbedaan tersebut bukan hanya sebatas perbedaan pembawa agama (nabi dan rosul) atau aturan-aturan keagamaan (syari’ah) tapi lebih kepada adanya perbedaan tentang dari mana agama tersebut berasal atau lebih tepatnya ‘perbedaan tentang Tuhan’. Sehingga mau tidak mau kita harus memberi sikap khusus dengan memilih satu agama saja. Tidak mungkin kita sholat untuk yesus atau kebaktian di gereja dengan membaca kitab Wedha kan?!

Dalam setiap agama mempunyai system ritual yang berbeda. Begitu juga dengan doktrin-doktrin keagamaannya. Ini adalah hak paten dari setiap agama yang menjadi cirri formal serta kode etik yang tidak bisa ditukar satu sama lain. Artinya dengan melihat sisi formal tersebut kita sudah tidak bisa untuk bebas memilih lebih dari satu agama meskipun kita memberontak menginginkannya. Kode etik tersebut tidak memperbolehkan kita untuk mencampur-adukkan agama-agama. Sehingga dalam beragama kita diwajibkan untuk konsisten dengan satu agama atau murtad ke agama lain. Lalu apa intinya, wajib atau tidak?!

Di sini saya tidak mengatakan memilih satu agama itu wajib apa tidak, tapi saya hanya mengajak nalar dan kesadaran kita untuk merenung sebentar tentang watak-watak agama di atas. Ketika kita telah mengetahui bahwa di sana memang dengan pasti ada perbedaan-perbedaan yang mana itu tidak bisa diabaikan begitu saja -kalau tidak bisa dikatakan ‘tidak bisa disamakan’- maka logis juga jika kita memperhatikan perbedaan tersebut sehingga logika akan menemukan kebenaran dari sudut pandang lain dan tidak akan terjatuh pada kesalahan akibat mempercayai kebenaran semu.

Mungkin saya terlihat cenderung eksklusif seolah mencoba memenangkan sebuah truth claim dalam membahas sikap keberagamaan kita. Namun itu tidak mengapa bagi saya, karena secara logika, beragama memang bukan seperti permainan undian acak. Maksud saya adalah saya berharap dengan menitik beratkan pada perbedaan mendasar dari berbagai agama tadi, saya kira kita akan bisa lebih bijak dalam menjawab pertanyaan pertama tadi dan dengan kesadaran penuh kita bisa menjawabnya sendiri dengan nurani kita.

Jadi, setelah memperhatikan perbedaan tadi, saya menjawab bahwa secara formal-teologis, logika juga mewajibkan kita untuk sebisa mungkin memilih salah satu dari sekian banyak agama atau kepercayaan dengan alasan perbedaan system ritual dan persepsi tentang Tuhan yang tidak sama. Namun demikian secara substansial-humanis kita juga bisa mencampurkan (baca: menyerap) persamaan dari berbagai agama tersebut tentunya dalam aspek kemanusiaannya. Dan di sinilah mungkin letak dari apa yang disebut ‘kebenaran agama-agama’ untuk kita amini bersama.

Lalu agama mana yang harus kita pilih?? hemmm…. Sebelum kita memilih agama ‘yang mana’, sebaiknya kita tanya dulu ‘mengapa harus beragama?!!’

Other Articles