Showing posts with label muda. Show all posts
Showing posts with label muda. Show all posts

Sep 17, 2010

A Poem of 'You'

mmmm... it's definitely hard to tell ...

you... who are you???
i know your words
it's real
i fall in love with you
so much

trying to look for its reason,
nothing
just find three words
'i love you'

you...
have raised me up
have changed my mind
have made me a better than before
have filled my heart
with everything of you

driving me insane
getting no words of you
missing part of mine
getting no words of you

one day
wanna pronounce three words
with my lips
n you looked to see me
Through my honest eyes
do you love me???

‘yes’…
the only word that I wanna hear from
your lips

by : Tentang Seseorang ‘10


I don’t know why I can make that poem…:lol:
I don’t even like a romance before, but tonight??? What’s going on with me???
Yeah…I’m falling in love.

Aug 19, 2010

10 Tips Aman Berselingkuh

aku numpang ngakak aja dah buat ini. tapi pesenku jangan dipraktekin ya boss.
wkwkwkwkwkwk... :))


=================================

1. Jangan melakukanlebih 2 kali, karena kalau lebih dari 2 kali perasaan kita akanberbicara. Kalau udah begini tahi kuda bisa serasa coklat. Keluarga dirumah bisa nggak diingat...

2. Cari partner selingkuh yang sejajar baik dari segi ekonomi maupun mental. Kalaupartner selingkuh kita ekonomi lemah, kita akan diporoti habis-habisan.Kita akan di telpon 57 kali sehari. Kursi yang kita duduki bisa panasbagai bara...

3. Bila partner selingkuh sudah menunjukkan gejala-gejala cinta, segera tinggalkan.Kalau kita terlambat maka partner selingkuh kita akan berubah jadi "ingus". Kalau udah nempel ditangan, dikibas-kibas kagak mau lepas... Ampuuuuun, kwkwkwkwkwkwkw!!!

4. Jangan mengobral harapan, terutama kalau partner kita termasuk berwajah cantik atauganteng tapi IQ jongkok. Kita bisa dikejar terus dengan janji kita yangmau mengawini, membelikan ini itu dan lain-lain...

5. Bikin perjanjian di depan, semacam pre-nuptial agreement begitu. Bahwa hubungan ini hanya akan begini dan begitu dan tak lebih dan tak kurang dari itu...

6. Hal terpenting dalam dunia perselingkuhan, jangan sampai kita jatuh cinta. Kalau kita type yang mesti jatuh cinta kalau selingkuh, lebih baik kita kawin lagi atau cerai dan kawin lagi...

7. Jangan sekali-kali berpikir untuk menekan "per unit cost". Kalau kita type pelit lebih baik tidak usah coba-coba selingkuh, kecuali kalau kita di pihak yang "di ongkosi"...

8. Lakukan pada siang atau pagi hari, lebih sulit dilacak dan lebih mudah dan banyak waktu untuk menghilangkan jejak...

9. Kelemahan kita adalah identitas kita, cari juga kelemahan partner selingkuh kita sehingga score tetap 1:1 terus...

10. Jangan lupa pakai "Protection" yak. Aman cesss...!!!

Bli, hihihihihihihihihihiihiiiiiiii....

-xoxoxo-

Kompasiana

Mar 5, 2010

Episode-episode Cinta

TUK DIA YG DI SANA

Seraut wajah tergambar samar
Elok meski dalam bayangan
Mengajak hati tuk berlayar
Mencari hidup dalam permainan

Sekilas suaranya menyapaku
Terdengar merdu dalam angan
Bercerita tentang romantika bisu
Menyentak hasrat ego tuk buktikan

Dia… Meski tak pernah kujumpa
Terima kasihku selamanya
Untuk Sebuah rasa
Dia… Meski kurasa mungkin ku gila
Biarlah angin berkata
Tentang sebuah cinta

Tak tau mengapa indah slalu menggoda
Nikmati derita dari sebuah kerinduan
Ajakku sedetik pejamkan mata
Lanjutkan kisah sebuah kenangan

Dia… Meski tak pernah kujumpa
Terima kasihku selamanya
Untuk Sebuah rasa
Dia… Meski kurasa mungkin ku gila
Biarlah angin berkata
Tentang sebuah cinta

----------------------------
DETIK GALAU

Setitik embun menggantung di pucuk daun
Berkilau mentari memancar bahagia
Haruskah ku goyang dahannya
Meski aku tahu semua kan berakhir
Saat panas mentari terlahir?!


-------------------------------------------------------
SEMOGA GELISAHKU BERAKHIR DENGANMU

Semoga gelisahku berakhir denganmu
Saat kau tak pikirkan aku lagi
Saat kau biarkan aku sendiri
Kembali menapaki liku pencarian
Dan kaupun tak lagi kecewa
Denganku yang begini adanya
Yang bahkan janjipun
Tak pernah sanggup terucapkan
Hanya sebuah harap
Agar aku bisa mengenangmu
mengingatmu dalam doa-doa
obati kerinduanku
hingga takdir kita bertemu.

Semoga gelisahku berakhir denganmu

Feb 25, 2010

Khayalku Bisu II


Setulusnya aku, akan terus menunggu
Memanti sebuah jawaban tuk memilikimu…


Dingin hari ini semakin menyeruak. Matahari yang terang tak mampu menghangatkan tubuh-tubuh yang menggigil beku. Bahkan dengan balutan jaket tebal yang kubeli dari pasar jum'at pun masih tak kuasa menahan hawa beku yang tanpa ampun menusuk-nusuk tulang sumsumku. Aku sudah tak konsen dengan pelajaran yang disampaikan ustadz. Serasa aku ingin keluar saja dari kelas, tapi masih kutahan.

Sementara ustadz bersemangat denagn ceramahnya, kukeluarkan HP yang ada disakuku. Kupencet-pencet keypad mencari nama. Beberapa detik kemudian suara musik terdengar nyaring lalu secepat kilat ku tekan end call. Si Boy yang duduk di belakangmu tampak kaget dan langsung melihat kearahku dengan muka kesal. Akupun hanya nyengir menyunggingkan senyum puas. hehehe…. sejenak, kamu yang juga tampak kaget ikut memandang kepadaku. Saat aku tau itu, kuisyaratkan padamu dengan telunjukku bahwa berikutnya mungkin kamu hingga lngsung saja kamu silent nokia birumu itu.

"mau saja dicandain…"pikirku.

Mungkin dalam hatimu kamu mengataiku sebagai orang Bengal.." tapi tak apalah usil sedikit. kalau nggak gitu kan nggak asyik. haha...

Tampak ustadz yang terpaksa menghentikan bicaranya itu sedikit terbengong heran. Tapi sebelum ia melanjutkannya, aku yang sedari tadi sudah menahan capek tak ingin kesempatan itu menjadi sia-sia. Aku spontan saja minta izin untuk keluar. dengan langkah seolah terburu-buru aku berjalan memutar dari belakang lalu lewat disampingmu sambil kuberikan sobekan kertas kecil.

"tolong bukuku dibawa ya…"

Kemudian kubuka pintu dan dari luar dengan pelan kukembalikan ia seperti semula. Bebaaaaas… itulah ungkapan yang kurasakan. Wuuhh…. Mungkin kamu heran dengan sifatku ini. Bolos kok bangga ?! tapi masak kamu nggak tau aku sih….?! sudah setahun lebih kita disini bersama, seharusnya kamu sudah tau hal itu. Tapi entahlah, kamu memang sulit aku mengerti…. Atau aku yang memang sulit kamu mengerti. Bagimu aku seakan orang yang baru kamu kenal kemarin sore. Ya walaupun kita tak jarang juga saling tanya. bicara tentang kuliah, pelajaran, bahkan sampai tentang diri kita terutama sifat malasku karena sering bolos atau kabur ditengah pelajaran. Kadang kamu juga bilang padaku mencoba menasehatiku supaya jangan sering ngelakuin hal bodoh itu. Kamu bilang nanti aku bisa rosib, gagal atau mukafaahku dipotong. Kalau sudah gitu bisa mampus riwayatku, bilangmu diiringi senyum tipis saat itu.

Sebenarnya aku juga nggak pengen bolos atau kabur seperti itu. Apalagi jaminannya mukafaah ; nggak kebayang bagaimana jadinya jika dua bulan harus selalu gali lubang atau hanya bisa menelan ludah, oughh.. naudzu billah. Aku juga telah berusaha supaya bisa nglakuin seperti apa yang kamu bilang itu. Tapi bagaimana ya jelasinnya…. yang pasti aku nggak bisa diam bertahan dalam kelas yang bagai penjara itu. Lagi pula aku punya prinsip bahwa ilmu tak hanya dikelas; tapi dimana saja. Aku yakin kamu juga berprinsip sepertiku. Coba bayangkan, kita dalam kelas hanya duduk dan diam layaknya robot. sedang ustadz, lihatlah mereka banyak yang seperti pengkhotbah. Hanya membaca buku, mendikte sambil menyuruh kita mencatatnya, padahal mengajar bukan hanya itu kan…?!. Aku jadi bingung sendiri, mengapa kita harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendengar ceramah yang sulit dicerna. Bahkan menghabiskan sepertiga umur dalam kelas hanya untuk omongan-omongan yang bikin kita berujar haahhhh… cape’ dech!!

Seperti biasa, pasti kamu akan menjawab semua ini dengan nada heran. lalu kamu akan bilang kalau aku orang yang kurang baik, tidak sopan, tidak menghargai ustad, keminter, dsb… Aku tau kamu pasti akan begitu karena maaf saja, aku tidak seperti kamu yang tak bisa merasakan perasaanku. Aku bisa bilang begini karena memang aku tau kamu, paham sifat-sifatmu meski kadang-kadang kamu menang sulit dimengerti. Dan aku juga tau kalau kamu mendengar ini, kamu mungkin akan bilang aku seorang egois, sok tau atau dengan kata-kata lain yang sejenis itu.

Hah, egois.. ?! benarkah aku egois ?! bukankah kamu yang lebih egois ?! kamu selalu memandang aneh padaku. Kamu nggak bisa mengerti perasaanku. Bahkan kamu telah menyakitiku, membuat hati ini seolah ditusuk-tusuk duri jahannam lalu kamu tinggalkannya untuk diinjak-injak dijalanan. Disaat aku semakin bingung dengan menunggu responmu, kamu ternyata malah memilih dan membuka tanganmu untuk dirinya. Apa kamu buta , hingga aku yang dihadapmu seakan tak pernah ada ?! jangankan membalas cintaku, merasakannya pun tidak bahkan kamu malah memberikan hatimu padanya. Sudah berapa lama sih kamu mengenalnya ? sebulan, dua bulan atau memang dia telah mendahuluiku berjuang menahlukkanmu ? oh bodohnya aku ini. Ternyata aku belum tau benar siapa kamu sesungguhnya.

****
aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu…


Lama kutertegun memikirkan nasibku. Sementara hati ini belum ingin beranjak dari lamunanku tentangmu, aku harus rela menerima kenyataan yang kini telah mencabik-cabik cintaku. Matahari yang telah udzur dengan menyisakan senja merah terasa sangat indah. Sangat indah seandainya saja akulah yang terpilih untuk memiliki hatimu. Diiringi belaian angin sepoi dingin, aku tak kuasa menahan deraian air mata. Ternyata aku yang biasanya tampak cuek bisa juga lembek. Ingin sekali kuhapus airmata ini tapi bayanganmu selalu membuatnya kembali menetes. Aku memaki diriku sendiri mencoba lari dari bayanganmu itu. sebenarnya apa sih hebatnya dirimu ? istimewamu ? biasa aja, jawabku dalam hati.

Sejak kita saling kenal hingga kamu mulai menyihir jiwaku, aku tahu sikapmu padaku tak berubah, biasa saja. Kamu tetap lebih suka diam, menunduk dan tidak banyak bicara meski kadang juga bibirmu terbuka untuk senyum atau sedikit tertawa. Juga wajahmu yang biasanya menjadi ukuran cinta seseorang juga masih sama. Hampir tak ada yang berubah. Hanya saja kalau aku perhatikan setiap hari kamu semakin manis. Padahal wajahmu itu kan tidak diganti atau dioperasi hingga menjadi secantik cewek-cewek Libya atau Julia Estelle yang wuuuhh itu. Lalu kenapa aku harus cemburu saat kamu jadian dengannya ? entahlah…

apa itu tanda jatuh cinta ? kembali entah karena aku juga tidak tahu apa itu cinta dan aku rasa aku belum pernah bertemu dengannya. Aku hanya tau dari mereka yang pernah mengalaminya atau dari roman-roman semisal : tenggelamnya kapal Van Der Wick dan dibawah lindungan ka’bah –nya HAMKA atau ayat-ayat cinta-nya El-Syirazi yang kamu pinjamkan aku itu. Kata mereka cinta adalah mahluk yang paling misteius di dunia ini, awalnya sangatlah manis tapi akhirnya sangatlah pahit. Sedang pengalaman sendiri, jujur saja aku belum pernah merasakannya kecuali setelah bertemu denganmu. Dan kini aku benar-benar merasakan apa yang mereka katakan. .

Tahukah kamu apa yang membuatmu menarik ?! ternyata sikap biasamu itu. Sekian lama kita di sini, ternyata kamu tetaplah kamu. Kamu yang dulu, kemarin dan sekarang. Sangat menakjubkan. Tak habis pikir ternyata itulah yang membuatku penasaran hingga aku rela berkorban lebih untukmu. Tapi sayangnya kamu tidak menyadarinya. Kamu tidak bisa merasakannya. Ah… salahku juga sih aku terlalu sopan –kalau tidak mau disebut banci- hingga takut tunjukkan isi hatiku padamu. Kuakui memang aku tak tau bagaimana ungkapkan rasa ini kecuali lewat sikap dan perhatianku padamu selama ini. Masih ingatkah kamu pada tulisan yang pernah kamu baca dibukuku dulu ?! sebuah tulisan yang kamu pakai untuk meledekku !! kamu menertawaiku bahwa aku bak seorang revolusiner:

"idealisme cinta adalah sikap yang bisa menembus tembok hati tanpa sebuah kata atau pena"

apa kamu ingat ini ?? tahukah kamu ternyata ia kini kau telanjangi kebodohannya di depan realita. Bahkan akhirnya kamulah yang benar karena realitas cintaku tak cukup dengan sebuah sikap. Ia harus dipaksa keluar lewat lisan ini dengan serangkaian kata, kalimat dan simbol-simbol yang jelas atau lewat goresan pena dengan huruf-huruf kapital besar bahwa really "I LOVE YOU". Mungkin dengan semua inilah kamu baru bisa tahu keinginanku.

Namun kembali kuingin menangis jika teringat kisahku ini. Kisah yang sangat menyedihkan karena di saat kusadari semua kesalahanku,, ternyata hatimu telah tertambat di ujung labuhan lain. Kini kamu disana telah berdua, sedangkan aku masih sendiri disini. Ya Tuhan…. Kenapa aku ini ?!

Ah, sudahlah !! aku capek memahamimu. Biarkanlah aku adalah aku dan kamu adalah kamu. Aku ingin kembali kekehidupanku, sebagai Aku. Tentang kamu, biarlah aku hanya bisa melirik dan mengagumimu dari jauh saat kamu duduk menunduk, atau mungkin memilikimu nanti saat taqdir memihakku. Mungkin juga bisa kutulis dalam buku catatanku bahwa ceritaku hanya ada dalam khayalku yang bisu.

............... The End ......................

* Lyric By Padi

Feb 18, 2010

Khayalku Bisu I


Aku tak bisa luluhkan hatimu..
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu..


Biru, salah satu warna favoritmu selalu memberi khas pada setiap gerakmu. Dipadu kontras gelap kemejamu dg garis2 tegak simetris yg senada dg warna biru jilbabmu itu tak ubahnya langit dg taburan bintang berkilauan. Kalau boleh aku bilang, sbenarnya pakaianmu itu kayaknya sudag lama. Hanya saa mungkin karena kepintaranmu merawatnya saja sehingga masih kelihatan bagus. Dan kalau boleh aku teruskan lagi, baju2 yg lainpun nasibnya sama saja. Tapi aku salut, kok, biarpun kamu cuma pakai yg itu2 saja, namun tak bikin mataku ini bosan. Tapi, apa benar kamu memang tidak punya pakaian yg lainnya lagi?! Marak kalau tidak biru itu, ya, pink, merah hati, atau satunya lagi itu, apa warnanya?? Huhh.. Entahlah. Cobalah pakai yang lain, yg sedikit modis lah !! Apa mungkin sengaja kamu simpan untuk stock tahun depan, atau kamu tidak dapat kiriman..?? Jangan tersungging ya, eh tersinggung maksudku ! Hahaha, Aduh...

Sudahlah, tak usah kau tanggapi ocehan2ku tadi karena apa yg kamu pakai itulah dirimu. Sosok yg bisa dibilang sdikit kolot, atau seperti apa yg mereka bilang itu ?? Ya, konservatif yg tidak tahu zaman, mode ataupun style2 masa kini yg serba minimalis dan ek0n0mis dg sedikit bahan baku hingga "udel"nya kelihatan. Juga lebih baik kamu tetap seperti itu, seperti bunga yg selalu mekar jauh dari tangan2 jahil yg ingin memetiknya. Menjadi diri sendiri jangan menjadi ORLA. Lagipula, kalau gayamu itu dirubah, rasanya tidak akan cocok sama sekali dg pribadimu. Kamu itu kan tidak bnyak omong, tidak glamour dan euuhh... Super sopan meski agak sdikit sensitif, menurutku.

Seperti biasa, saat aku masuk kelas, aku pasti melihatmu telah duduk di tempat pilihanmu itu. Sikapmu yg super s0pan dan lebig sering menundukkan diri seolah kamu sedang berpikir atau membaca coretan2 kecil di secarik kertas buram. Dg berdiri sbentar kuucapkan salam dg datar. Bahkan terdengar lirih karena suasana kelas yg sdikit bising oleh keasyikan teman2 lain. Aku tidak peduli apakah salamku terdengar atau tidak, juga tidak peduli mereka menjawabnya atau tidak. Yg penting sebisaku kuucapkan salam.

Masih belum beranjak dari pintu, kuedarkan pandanganku sekilar melihat kebiasaan2 kita di kelas ini. Hanya dua puluhan yg sudah stand by di kelas, hitungku. Sedang sisanya, pastilah mereka masih di jalan atau memang enggan beranjak dari mimpi2 indah dalam balutan selimut tebal. Apalagi pagi ini udaranya benar2 gila. Tanpa kendali ia menyetir tubuh ini untuk menggigil menahan beku. Kalaulah aku tidak sadar, mungkin aku akan seperti mereka. Lebih baik tidur dari pada seperti ini. Toh, kuliah jarang ada absensi, juga seperti biasa kita hanya disuruh menampung jutaan huruf yg kadang tak bisa kita mengerti. Iya toh?!

Di pojok sana kulihat teman kita, si Tanzani sedang sibuk membersihkan meja dan kursinya dari selimut debu. Lalu, di depan sbelah kirimu ada si Filibini dan Komari yg sedang ngobrol entah dg tema apa. Lalu tak lupa pula pandanganku ini menuju padamu. Hmmm.. Rasanya kalau sehari saja tak memandangmu, kurasa seperti ada sesuatu yg kurang. Tapi, ah, Kau ini... Hanya melihatku seperti itu saja?! Tak adakah sesuatu yg lain?? Ya, walaupun itu hanya senyum kecilmu ? Senyum yg selalu aku nanti setiap kali memandangmu. Aku jadi bertanyä2 sendiri, sulitkah kamu untuk menggerakkan bibirmu sdikit dg agak menariknya ke tiap sisi kiri kanannya?! Susahkah merubah raut wajahmu yg terkesan frigid agar sdikit lebih enjoy and friendly?? Ya, sedikiiíttt saja =)

aku sangat bingung dg dirimu. Apa kamu tak pernah tahu apa arti senyummu itu bagiku? Atau mungkin kamu pikir senyummu hanya skedar angin lalu yg berhembus hilang?! Kamu sungguh salah jika mengira begitu. Bagiku, senyummu adalah embun hangat hatiku di musim dingin ini. ia bagai hembusan angin yg membuat api semangatku semakin berkobar. Ia bagai opium yg membuatku tenang, damai dan memberikan kekuatan padaku di setiap langkahku. Apakah kamu tidak tahu ini semua? Walau hanya untuk sekedar merasakannya saja?! Tidakkah sama sekali ?!! Ya Tuhan... Aku tidak percaya ini. ternyata Aku biasa saja di matamu. Aku tak yakin setelah apa yg aku lakukan selama ini tidak membuatmu tersadar dan kamu masih menganggapku hanya sebatas teman. Ya, sekedar teman, seperti si Ufa, Ali, Elea, atau juga Boy boy yg lain. Bullshit !!

****
Sesaat aku menuju tempatku. Kutaruh buku2ku di atas meja. Muqarrar, diktat yg membuat jenuh itu, kubiarkan diam saling tumpuk. Aku tampak lesu berselimut dingin. Kulirik kamu yg masih diam bagai patung sang dewi, hanya kadang2 kamu menengok ke arah pintu setiap kali ada orang yg lewat.

"Kalau saja ada yg bisa kulakukan, tidak akan suntuk seperti ini. Pagi2 sudah BeTe," batinku.

"ah, ini semua gara2 kamu. Tapi salahku juga kenapa memikirkan orang seperti kamu !"

inginku mendekatimu, mengobrol seperti biasa sambil menunggu kedatangan dosen. Namun, sekejab kuurungkan niatku ini karena aku sudah merasa down lebih dahulu. Kubiarkan kamu diam di sana dan akupun tak beranjak dari tempatku. Kutarik nafas yg terasa dingin dalam2. Kuisi paruku sepenuhnya dg udara. Huffttt...

"aku suka tetapi tidak mau bicara. Bukankah ini lucu?!" tanyaku dalam hati.

Iya. benar, sih, aku memang menyukaimu. Tapi hati ini masih bimbng, masih takut. Mungkin saja ini hanyalah cinta2 m0nyet atau cint2an dan aku hanya dipermainkan perasaan. Aku tidak ingin cinta ini sekedar jadi pacaran, skedar jadi pengalaman.

"ah, betapa naif cintaku ini, " pikirku. Aku ternyata hidup dalam sebuah mimpi. Mimpi yg tak akan pernah terwujud hanya dg harapan kamu akan tahu isi hatiku. Fiuhh... Brengsek !! Kenapa sih kamu tidak bisa merasakannya ?!!

Kuambil selembar kertas lalu kucoba menulis sederet bait puisi dari sebuah lagu favoritku :

betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
sem0ga kau tahu isi hatiku
dan seiring waktu yg terus berputar
aku masih terhanyut dlm mimpiku...


...... To be continued ......

* maap posting cerita lama. Mungkin udah kadaluarsa. Haha.. tapi, dari pada enggak.
** Lyric by Padi

Feb 10, 2010

Valentine Is...


Tanggal 14 pebruari katanya hari kasih sayang ya?
Hmmm.. Saya cek dulu gan.
"keknya Biasa ja, gan. Saya liat, mungkin bagi yg tiap hari suka marahan, bertengkar, panas2an esm0si.. Ya, ada yg berubah juga. lumayan lah satu hari bisa sayang2an.. Tapi saya juga lihat, yg emang gak suka marah, cinta damai, yg tiap hari penyayang kok ada yg malah keliatan jadi GANAS ya selama beberapa hari menjalang 14 ini?
Hmm, tau lah, gan...

Tapi ini data sementara setelah tadi jalan2 sbentar:
1. Anak2 muda: valentine is a m0ment buat ngungkapin rasa sayang mereka pada pasangannya.

2. Orang2 tua: ah, udah gak jamanku lagi.
Tiap hari juga kita sayang2an kok.. Anak muda ni aneh2 ja.
3. Anak2 kecil: apa kata b0ny0k dah. Yg penting tetep dpt jajan..
4. Cewek: asyiìikk, mau dapat hadiah dari c0wokku.
5. C0w0k: bingung nyari hadiah apaan ye (?;=£#%$¤¿>!)
6. Yg udah punya pasangan: hmmm, keknya bisa tambah romantis neh. (ngayal m0de: on)
7. Yg bel0m punya pasangan: asyiiik, ksempatan buwat nembak si doi. (thinking of a strategy)
8. Pelajar: harusnya buat diskusi soal apa ya didapat dari m0ment ini?!
9. Guru dan pengajar: karna hari valentine identik dg merah ato pink, maka nilai kalian juga saya kasih MERAH !! (awas, guru galak !)
10. Petani: tetep turunkan harga pupuk!! (gak ngaruh)
11. Pedagang: lumayan, banjir rejeki..
12. Karyawan: harusnya gaji naik neh. Kan itu kasih sayang paling k0ngkrit dr b0ss.
13. Boss: staf2ku, tolong gak usah merayu saya ya!
14. Artis: bikin h0t s0mething yg bs buat gosip ah.. Biar tambah terkenal.
15. Politikus: pak, mumpung hari kasìh sayang nih ada sdikit kenang2an dari saya. (sambil nyerahin amplop tebal)
16. Sponsor: cegah HIV dg selalu memakai ko***m
17. Budayawan: perlu disaring dan dim0difikasi. (rating: 5 stars)
18. Tokoh agama: boikot. haram. Sesat. Neraka ! (?) (gak semua loh)
19. Fesbuker: tolooongg. Layar fbku berantakan penuh gift !!
20. Penulis: ya nulis tentang valentine d0ng. Tapi yg kalem ja ya..
21. Teman sekelas (si E.F.Valentine): itu namaku tau ! *mode galak: on*
Hahaha.. =D

# why, so serious ??

Other Articles